Artikel tentang hukum dan solidaritas yang ada di lingkungan sekitar
Tiada Kata Lelah untuk Berjuang
Assalamualaikum
wr.wb.
Disini saya
mengambil pendapat dari Emile Durkheim yang lebih membicarakan tentang
kesadaran kolektif yang digunakan sebagai kekuatan moral untuk mengikat
individu di dalam suatu masyarakat. Melalui tulisannya yaitu The Division of
Labor in Society, Durkheim menggunakan
pendekatan kolektivis untuk sebuah pemahaman jika masyarakat dapat dikatakan
modern atau primitif. Solidaritas tersebut dalam bentuk nilai, adat istiadat,
serta kepercayaan yang diyakini bersama. Anggota organisasi di berlakukan mempunyai
peraturan tersendiri seperti halnya datang tepat waktu, tidak boleh telat
membayar iuran khas, apabila ada teman se-organisasi yang kesusahan atau
kesulitan kalau bisa dibantu, saling tolong menolong.
Semua berawal dari salah satu teman saya yang mengajak saya
untuk mengikuti sebuah acara seminar yang diadakan tak jauh dari rumah kami,
kebetulan materi yang di sampaikan bertema kan "seminar ke IPNU dan IPPNU
an". Sepulang nya dari acara tersebut kami jadi tahu dan kami mulai
berfikiran untuk mempunyai keinginan supaya bisa membangun ke organisasian
sendiri di lingkungan kami. Dan semenjak itu kami mulai mengumpulkan
orang-orang di sekitaran rumah kami, sesungguhnya kami sangat kesulitan mencari
orang-orang yang mau di ajak untuk mengikuti keorganisasian tersebut, tapi kami
tetap berusaha pantang menyerah. Setelah lumayan cukup ada beberapa yang mau
diajak, kami pun membentuk grup whatsaap untuk mempermudah komunikasi pada saat
itu. Di dalam grup tersebut seseorang boleh memasukkan teman-teman nya siapa
saja, asalkan bukan anak yang masih duduk di sekolah dasar. Saat itu grup yang
semula hanya berjumlah sekitar 15 anggota, kini menjadi 100 lebih anggotanya,
hehe. Setelah itu mengadakan kumpulan yang pada saat itu tak cukup banyak yang
datang, hanya beberapa saja. Disitu kami mengeluarkan saran dan masukan agar
bagaimana kedepanya pemuda pemudi nanti nya. Setelah itu di bentuklah grup
whatsaap untuk mempermudah komunikasi pada saat itu. Di dalam grup tersebut
seseorang boleh memasukkan teman-teman nya siapa saja, asalkan bukan anak yang
masih duduk di sekolah dasar. Saat itu grup yang semula hanya berjumlah sekitar
15 anggota, kini menjadi 100 lebih anggota, hehe. Selanjut nya salah satu dari
teman kami ada yang mengusulkan untuk sesekali mengundang Pimpinan Anak Cabang
(PAC) dari Campurdarat, untuk diajak berkumpul bersama agar menambah wawasan
dan berbagi ilmu kepada kami. Saat itu kalau tidak salah hari nyasabtu malam mengadakan
kumpulan yang cukup formal di datangi oleh bapak modin dari Desa Tanggung dan
ketua Ipnu dari Campurdarat yang bertempat di balaidesa desa Tanggung.
Kebetulan yang mempersiapkan acara untuk malam harinya adalah dari dusun saya
sendiri. Dari pagi menjelang sore pun saya bersama teman-teman tak henti terus
berbagi tugas, ada yang mempersiapkan soundsysten, membersihkan area balaidesa,
merapikan alas buat duduk, membelikan konsumsi dan masih banyak lagi persiapan
pada saat itu. Alhamdulillah nya tepat malam hari nya setelah isya semuanya
datang dan memenuhi undangan dari kami. Disitu mulai lah pada acara yang
pertama yaitu perkenalan, ada pepatah mengatakan "tak kenal maka tak?
Sayang" hehe. Kemudian masing-masing dari kami memperkenalkan diri supaya satu
sama lain lebih akrab, selanjutnya salah satu perwakilan dari PAC Campurdarat
memulai memperkenalkan keorganisasian ipnu dan ippnu, kami di beri ilmu yang
bermanfaat dan semoga saja kedepanya bisa menjadi pemuda pemudi yang berguna
bagi lingkungan kami. Setelah usai acara tersebut kami semua membereskan
berkakas yang telah di pakai acara tadi, seperti menggulung kabel, melipat
tikar, mencuci piring-piring dan mengembalikan perabotan yang telah di pinjam.
Sekitar pukul 23.00 wib baru pulang sampai rumah dan langsung istirahat.
Keesokan hari nya kami berencana membuat agenda untuk mendirikan organisasi
ipnu dan ippnu yang ada di lingkungan kami, pertemuan selanjutnya hari kamis
malam kami membahas dan merancang persiapan untuk pelantikan ipnu dan ippnu. Semua
yang datang dalam rapat tersebut mendapat bagian untuk menjadi koordinasi di setiap
masing-masing devisinya. Seperti biasanya seminggu sekali setiap hari kamis
malam diadakan kumpulan membahas susunan acara tersebut. Saat itu kami
mengadakan kumpulan yang formal karena di datangi oleh ketua muslimat NU dari
Campurdarat. Alhamdulilah bisa menghadiri dan memberikan ilmu kepada kami semua
nya. Kalau tidak salah H-10 mengalami kendala di dalam penyusunan konsumsi
karena di perkirakan pengeluaran akan lebih banyak dari pemasukan, dari situ
kami semua sangat bingung dan harus mencari dana dari mana. Salah satu teman
kami menyarankan agar meluncurkan proposal ke kepala desa. Langsung di buatlah
proposal tersebut dengan cepat sehingga H-9 sudah di berikan pada bapak kepala
desa. Dan pada hari itu juga proposal yang kami buat telah di acc kepala desa
kami. Sangat senang nya kami mendengar hal tersebut dan semangat untuk melanjutkan
kedepannya. Kami juga menyebar undangan untuk Pimpinan Cabang dan segenap
keluarga dari setiap ranting yang ada di kecamatan campurdarat. Hari semakin
cepat dan hari dimana saat pelaksanaan yang di tunggu-tunggu yaitu pelantikan
Ipnu dan Ippnu ranting tanggung. Sekitar pukul 19.00 wib tamu mulai
berdatangan, dan saya lihat semua memenuhi undangan dan memenuhi area tempat
duduk yang telah di sediakan. Selanjutnya sekitar pukul 20.00 wib di mulai lah
pada acara inti, kami pun dilantik dan mengucap sumpah menjalankan tugas dan
kewajiban menjadi anggota ipnu dan ippnu dengan sepenuh hati. Alhamdulilah
acara dari awal sampai akhir telah selesai dan berjalan dengan baik. Setelah
acara tersebut kami pun mulai di sibukkan dengan acara pembuatan program kerja.
Adapun salah satu nya dari departemen devisi ekonomi membuat agenda bank
sampah, yaitu seperti bersih-bersih sampah di setiap rumah anggota kemudian
sampah di kumpulkan dan yang layak untuk di jual, maka di jual lah sehingga
mendapat pengasilan, untuk menambah penghasilan lagi, dari devisi ekonomi
mengajukan untuk berjualan secara online. Dari departemen devisi olahraga
mengajukan setiap dua minggu sekali diadakan latihan bulu tangkis dan juga
futsal bertempat di unit pelaksanaan teknis daerah, atau lebih tepat nya di GOR
boyolangu. Selanjutnya program kerja dari departemen devisi dakwah yaitu
rutinan sholawat dan qotmil qur’an. Rutinan sholawat di adakan seminggu sekali
yang bertempat di salah satu musholla yang ada di desa tanggung, alhamdulilah
program ini sudah terlaksana dengan baik. Adapula departemen dari devisi
kaderisasi kebetulan yang memegang co nya adalah saya sendiri, itu sistem nya
mencari dan mempersiapkan calon-calon yang siap melanjutkan estafet perjuangan
sebuah organisasi tersebut. Kaderisasi disini mempunyai makna mengayomi atau
membingkai, jadi kita yang sudah tergabung dalam organisasi ini sebisa mungkin
harus mengayomi calon-calon yang bersedia melanjutkan organisasi ini. Selain
mencari calon-calon tersebut, kami pun kedepannya juga merencakan agenda bersosialisasi
tapi belum tahu kapan tanggal nya. Sekian dari sini lah cerita perjalanan saya
dan teman-teman mendirikan organisasi ipnu dan ippnu dari nol sampai sekarang,
semoga apa yang akan di tuju kedepannya tercapai dan mendapat keberkahan di
setiap langkah kami. Amin
Wassalamualaikum
wr.wb.


Komentar
Posting Komentar